27 September 2012

(Another draft in my post list)
Berawal dari niat mo menghabiskan stok putih telur yang ada di kulkas, surfing di internet dan ketemulah resep ini disini

Brownies Kukus Putih Telur
By: NY. Liem
Bahan I
750 ml putih telur
375 gr gula pasir (saya blender jadi halus)
20 gr Emulfisier
Bahan II (campur dan ayak jadi satu)
275 gr Tepung terigu
75 gr coklat bubuk
1 sdt baking powder
1/2 sdt vanili
Bahan III (cairkan)
200 gr Dark Chocolate
250 ml Minyak goreng

Semua sudah siap seperti resep di atas, tepung2 sudah di campur, DCC dan minyak sudah dicairkan, putih telur sudah dikocok, semua berjalan lancar sampai saat gula halus dimasukkan....LAHH kok adonannya jadi turun dan cair ya?? Sudah dikocok sampe 10 menitan, tetep aja g mo naik tuh putih telur. Akhirnya daripada berakhir bantat, putar haluan ahhh...
Bahan-bahan yang sudah saya siapkan (tepung dan DCC cair), saya bagi jadi 2 bagian, satu bagian dibuat Brownies Kukus Ala NY. Liem yang terkenal itu, sebagian lagi saya buat brownies panggang. Tentunya dengan penambahan telur dan gula lagi dong...karena gula yang sebelumnya sudah saya timbang, dengan sukses masuk tempat sampah bersama kocokan putih telur....hikss :(
Yah...gpp deh, hikmahnya saya bisa makan dua macam brownies dalam waktu yang bersamaan plusss dapat resep brownies panggang ala saya yippie...:))

Brownies kukusnya sudah pasti enak donk...resep dari NY. Liem g perlu diragukan lagi deh. Brownies panggangnya rasanya oke cuma rada rapuh karena kebanyakan terigu. Saat ini belom bisa disertakan resepnya karena kan tadinya pake resep brownies putih telur yang di atas, bahannya dah kecampur semua :D. Kalo mau coba, bahan 2 dan 3 diatas di bagi dua aja semua ditambah telur 2 biji dan gula 150 gr, cara buatnya tanya sama mbah google ya... Saya aja tanya sama dia kok hehehehe :))


Posted on Kamis, September 27, 2012 by hildavina

No comments

12 September 2012

YEAH! Akhirnya diposting juga. Sebenarnya tulisan ini sudah lama tersimpan didraft karena kok aneh ya rasanya.... ngomongin lapis legit tanpa nampilin penampakan kuenya. Selama ini lapis legit yang saya bikin selalu made by order jadi g sempat difoto. Lagian mana seru kalo cuma ada foto tampak atas tanpa ada foto potongan kuenya hehehehe... Kemaren kebetulan ada pesanan lapis legit prune dari temen kantor Papa, pikir-pikir sekalian aja bekalin Papa lapis legit buat dicobain temen sekantornya yang lain, kan lumayan buat ajang promosi. Bikinnya tandem, dua hari berturut-turut bakingnya lapis legit doank :D
Ini dia foto penampakannya, dah masuk dalam dus baru keinget untuk difoto.

lihat di bagian bawah, ada bekas gelembung yang telat ditusuk :(

Nah... untuk postingan kali ini saya pengen berbagi resep lapis legit yang saya punya. Resep ini saya dapat dari tante saya. Sebenarnya rumusan tentang lapis legit yang saya posting terdahulu sudah merupakan resep basic lapis legit sih.... namun kali ini saya perjelas lagi dengan menulis lebih detail komposisinya.
O iya...Lapis legit prune yang di atas dibuat dengan menggunakan resep basic yang saya tulis di bawah ini, hanya saja minus prune. Bila menggunakan resep ini hasilnya memang tidak terlalu basah dan berminyak (sesuai selera saya) karena total jumlah mentega dan margarin yang digunakan hanya 380 gr.  Kalo mau lebih basah dan lembut skip penggunaan margarin, gunakan  butter untuk seluruh resep sebanyak 400 gr.

LAPIS LEGIT KLASIK
Bahan:
40 butir kuning telur
100 gr butter wysman
280 gr margarin ( bisa diganti dengan mentega)
250 gr gula pasir, blender sampai halus (bisa disubtitute dengan gula tepung)
50 gr susu bubuk
Persiapan:
Panaskan oven pada suhu 250 derajat selama 10 menit. Gunakan api atas dan bawah.
Siapkan loyang ukuran 20 cm x 20 cm. Olesi bagian bawah loyang dengan margarin, alasi dengan kertas roti.

Cara membuat:
  1. Kocok mentega sampai putih, kira-kira 15 menit, sisihkan
  2. Dalam wadah yang lebih besar kocok kuning telur dan gula sampai mengembang tandanya adonan mulai berat dan berjejak, lama pengocokan kira-kira 20 menit.
  3. Turunkan speed mixer, masukkan mentega kocok ke dalam adonan telur secara bertahap. Kocok sampai rata.
  4. Terakhir masukkan susu bubuk, aduk rata. Adonan siap dipanggang.
  5. Tuang adonan ke dalam cangkir (saya pakai cangkir teh biasa) kira-kira 3/4 dari tinggi cangkir. Masukkan adonan ke dalam loyang, ratakan dengan punggung sendok. Panggang dengan api bawah 180 derajat selama 7-10 menit.
  6. Bila permukaan kue sudah berwarna coklat merata, keluarkan loyang dari oven, tekan2 seluruh permukaan kue dengan setrika lapis legit, tuang lagi dengan adonan berikutnya.
  7. Untuk lapisan kedua dan seterusnya panggang dengan api atas.
  8. Bila lapisan terakhir sudah matang, lanjutkan memanggang dengan menggunakan api bawah selama 7-10 menit. Fungsinya untuk mematangkan pinggiran kue.

tester buat di kantor Papa
TIPS:
  • Biar gampang misahin kuning dan putih telur, terlebih dahulu pecahkan semua telur dalam satu baskom besar setelah itu angkat kuning telur satu persatu secara perlahan-lahan. Kuncinya adalah kuning telur harus bebas dari mata putih telur karena itu penting untuk menggunakan telur yang benar-benar segar
  • Bila masih coba-coba dan takut gagal, coba bikin setengah resep dulu. Kalau mau lebih hemat tidak usah dipaksain pake butter semua, dicampur margarin juga g kalah enaknya. Seperti resep yang saya tulis, komposisi margarin lebih besar ketimbang butter, tapi rasa yang dihasilkan tetap moist dan legit kok... Yang penting gunakan butter yang berkualitas oke a.k.a wysman.
  • Lama pemanggangan bervariasi ya...tergantung oven yang digunakan. Saya pake otrik, waktu panggangnya jadi lebih lama sekitar 10 menit. Repotnya pake otrik ini loyangnya mesti sering dibolak-balik biar matangnya merata. Terus, walau pakai api atas, loyang tidak saya taruh di bagian paling atas melainkan di bagian tengah, karena kalo ditaruh di atas bagian pinggir depan belakang sudah mateng duluan sementara yang tengah masih kurang mateng, jadi warnanya belang2 gitu dech ahh....(ada yang punya problem sama dengan saya???)
  • Biasanya saat di panggang akan muncul gelembung2 pada adonan, ini bikin permukaan kue jadi jelek karena timbul noda2 hitam. Jadi begitu muncul gelembung harus segera dipecahkan.
  • Ada tips yang menyarankan untuk mengoleskan mentega pada alat penekan/ setrika kue, setiap akan menekan lapis legit. Saya sudah praktekkin itu dua kali dan berakhir dengan lapis legit yang meleleh di pinggirannya. Mungkin saya kurang lama memanggang ato olesan saya terlalu tebal g tau deh. Tapi saran saya untuk para pemula, mending step ini diskip saja, it's too risky, kecuali anda siap kecewa dengan hasil akhirnya.
WOKEH... happy baking semua, jangan takut buat mencoba ya, trust me...it's not as hard as you think :)

Posted on Rabu, September 12, 2012 by hildavina

3 comments

07 September 2012


Dulu yang sering bikin soup ini adalah almarhum Oma saya. Pake tulang sapi tapi minus wortel dan tomat. Kuahnya kental dan berlemak karena penggunaan kacang merah dan daging iga. Kalau momoy yang masak, iga sapi diganti pake iga babi ato kaki babi, jadinya lebih kentel dan berlemak boks....slurp... slurp....

Ironisnya, saya baru belajar masak soup ini saat saya sudah kuliah. Belajarnya malah dari temen saya little 'Angel'. Bahannya sama (n teteup minus wortel) tapi cara masaknya beda. Kalo saya, semua bumbu halus ditumis dan dicampurkan ke dalam rebusan daging dan kacang, sedangkan Angel, dagingnya dibaluri dengan bumbu halus terlebih dahulu, baru direbus bersama kacang. Over all kedua metode ini menghasilkan rasa akhir yang sama enaknya. Dari temen saya juga saya baru tau kalo soup ini ditambahin tomat warnanya jadi lebih cantik coklat kemerahan g butek coklat keruh. Akhirnya semenjak itu saya selalu nambahin tomat dalam sup ini, rasanya juga jadi lebih enak, asem, seger gitu dah ahh...
Sok atuh dicoba :D

BRENEBON SOUP
(aslinya g pake wortel, sengaja ditambahin biar isinya lebih bervariasi buat si Abel)
Bahan:
1750 cc air
200 gr kacang merah kering, direndam dulu semalaman biar cepat empuk
250 gr daging sengkel, potong dadu (lebih enak pake iga)
2 buah wortel, potong-potong (di skip juga gpp malah lebih enak g pake wortel menurut saya hihihi :D)
1 buah tomat ukuran sedang, belah jadi 6 bagian
Daun bawang secukupnya
Seledri secukupnya
Garam secukupnya secukupnya

Bumbu halus:
3 siung bawang putih
1/2 butir pala
1 sdt merica bubuk
minyak goreng secukupnya untuk menumis

Cara membuat:
Rebus kacang merah hingga mendidih.
Tumis bumbu halus, sisihkan.
Masukkan daging kedalam panci berisi rebusan kacang merah, tunggu hingga air rebusan mendidih kembali
Masukkan bumbu halus, tambahkan garam secukupnya, cicipi. Rebus hingga daging empuk
Masukkan wortel dan tomat, masak hingga wortel empuk. Cicipi (biasanya penambahan sayuran dalam sop seperti kentang ato wortel bikin masakan jadi lebih tawar), jika rasanya sudah pas matikan api.
Taburi dengan irisan daun bawang dan seledri.
Siap dihidangkan.

Posted on Jumat, September 07, 2012 by hildavina

No comments

06 September 2012

This happen in this morning
M: (Lagi di depan cermin, siap2 dandan buat ngantor, beres sisir rambut, pake pelembab muka n bibir standard banget yak dandanannya yang penting muka kagak keliatan kusam ajah hahaha....)
A: Berdiri disamping sambil asyik liatin mama laluuu.....mengambil sisir di atas nakas
A: "Sisir dulu ahh...biar cantik (mulai nyisir bagian samping)
M: *eyes drolling
A: (Masih asik nyisir) "eh kucut...kucut...(berhenti sejenak karena sisirnya nyangkut...hemp :D) tuhhhh kaaan...cantik Abelnya"
M: (ihh...nih anak bisa-bisanya muji diri sendiri hahahaha)
A: "Kucut amat cihhhh..." (sambil terus nyisir, sekarang bagian belakang rambutnya)
M: hahahaha....makanya Abel keramas biar g kusut rambutnya :D
A: (masih tetap nyisir, sekarang giliran poninya)

Sungguh...ini hanya salah satu dari sekian banyak moment tak terlupakan tentang Abel dan g sabar menunggu aksi-aksinya yang selanjutnya. Ihhhh....GEMESSS!!!

Posted on Kamis, September 06, 2012 by hildavina

No comments

04 September 2012

Terjadi hari ini saat lagi bikin posting lanjutan lapis legit.

M: Abel...Abel kok lucu sih....(sambil cubit-cubit gemes pipi Abel)
A: Emang lucu....(sambil mengerling genit)
M: hemp......*eyes drolling*

Posted on Selasa, September 04, 2012 by hildavina

No comments

Sudah lama pengen bikin resep ini. Tapi tiap beli pisang eeeh...pisangnya malah habis di makan sama Papa ato Abel. Oke... kali ini harus berhasil, pisangnya sengaja diumpetin biar kagak dimangsa sama yang lain.
And YES!!
Akhirnya hari minggu kemaren, tercapai juga keinginan saya...hahahaha. Resepnya ngikutin Mba Erlia dengan beberapa modifikasi. Karena penghuni rumah lumayan banyak, resepnya di dobel 2x biar puas makannya :D
Hasilnya muffin yang moist dan berasa bangetsss pisangnya karena sengaja diumpetin 2 hari sampe blenyek biar rasa pisangnya nuampoool.....huahahaha... Next time akan bikin lagi :D
Buat yang mau bikin ini resep hasil modifikasi saya. Karena di rumah g ada measuring cup jadi saya pake cangkir teh yang ada aja.

 Note: Fotonya blur? Jangan salahkan mata anda, yang bersalah disini adalah saya yang malas memotret dengan kamera SLR dan lebih memilih menggunakan kamera HP yang hanya 1,3 pixel dengan alasan kepraktisan :D

 



 Banana Crumb Muffin
(resep aslinya lihat disini)

Bahan:
2 cangkir terigu
1 cangkir gula
1/2 sdt garam
1 sdt BP double acting
1/2 cangkir minyak sayur (aku pake minyak zaitun)
2 butir telur
1/4 cangkir susu (aslinya 1/3 cup, kalo didobel harusnya jadi 2/3 cup, cuma saya takut adonannya terlalu encer makanya susunya dikurangin)
1/2 cangkir choco chip (resep aslinya pake blueberry)
2 buah pisang sunpride, hancurkan

Bahan Crumb:
1/2 cangkir gula palem
 2 sdm terigu
 1 1/2 sdm butter

Cara membuat:
Topping Crumb: campur semua bahan dalam satu wadah, aduk-aduk dengan menggunakan jari atau garpu sampai jadi butiran.
Panaskan oven pada suhu 180 derajat selama 10 menit
Campur terigu, choco chip, garam dan baking powder dalam satu wadah, sisihkan
Kocok telur dan gula sampai rata, masukkan minyak, kocok lagi sebentar
Masukkan pisang dan campuran tepung dalam adonan, terakhir masukkan susu. Aduk rata (jangan terlalu lama mengaduk ya...ntar jadi bantet)
Masukkan adonan dalam cetakan muffin, taburi dengan crumb mixture
Panggang selama 20 menit

Tadaaa...muffin siap disantap.

Yummy....apalagi kalo makannya pas masih anget. Sayangnya saya kurang berhasil bikin crumblenya. Jadinya terlalu berpasir dan rasanya kok kayak filling martabak manis  ya??? Mungkin saya terlalu bersemangat saat mencampur bahannya. Harusnya cukup sampai berbentuk butiran eh....ini malah keterusan sampai jadi berpasir.
Ya sutralah, namanya juga pemula, yang penting rasa dan tekstur muffinnya sudah pas dilidah saya.

Posted on Selasa, September 04, 2012 by hildavina

No comments